9 Dampak Negatif “Full Day School” Menurut MUI

Walau belum juga memperoleh lampu hijau dari pemerintah, sekolah di banyak wilayah sudah mulai mengaplikasikan ketentuan full day school, atau sekolah satu hari penuh dari pagi hingga sore. Di Jakarta, umpamanya, full day school sudah diberlakukan mulai sejak th. lantas di sebagian sekolah basic serta menengah.

Full Day School

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susie Nurhati, seperti ditulis oleh Metrotvnews, kebijakan sekolah penuh hari ditata oleh kebijakan daerah yang cuma berlaku di DKI. Orangtua yang siswanya sekolah di Jakarta akan tidak kaget bila kebijakan itu digelindingkan serentak.

Sudah pasti kebijakan itu mengundang reaksi bermacam dari beberapa orangtua. Salah nya ialah menulis Facebook di bawah ini :

Disamping itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak serta Wanita Indonesia (KPAI) Asrorun Niam menyebutkan, kebijakan lima hari per delapan jam belajar di sekolah tidak searah dengan keadaan orang-orang yang begitu plural serta multikultural. Kondisi peserta didik tidak seragam, demikian pula kondisi orangtua mereka.

” Sebelumnya ada Permendikbud, keadaan telah baik. Ada sekolah yang buka jenis full day school untuk memberi service anak serta orangtua yang memanglah pas dengan jenis itu. Ada yang half day, untuk anak yang sosok sesuai sama keperluan subyektifnya, ” katanya.

Di bagian beda, kebijakan sekolah penuh hari juga didukung dari beragam pihak. Tidak sedikit orang-tua yg tidak keberatan anak-anak mereka pulang sore. Beberapa orang-tua ini setuju dengan maksud awal kebijakan sekolah penuh hari, yakni untuk mengaplikasikan program Penguatan Pendidikan Ciri-khas (PPK) untuk terwujudnya generasi yang akan datang yang berkwalitas di semua bagian.

Kelebihan serta kekurangan

Efek positif full day school

Satu studi dikerjakan th. 2015 oleh Inter-American Development Bank untuk ketahui apa efek positif full day school di negara-negara Amerika Selatan.

Konsentrasi riset yaitu full day school di Kolombia yang, sama saja seperti Indonesia, masih tetap jadi perbincangan. Singkatnya, studi itu meyimpulkan kelebihan/faedah full day school yaitu :

Pemahaman siswa mengenai materi pelajaran semakin lebih mendalam, hingga kurangi resiko siswa tidak naik kelas atau ketinggalan dalam mengerti materi.
Kekuatan siswa untuk mata pelajaran Matematika serta Bhs jadi tambah baik serta stabil.
Siswa mempunyai banyaknya waktu untuk menggali bakat serta kekuatannya lewat pelajaran praktik.
Kurangi jumlah pernikahan awal serta jumlah siswa putus sekolah.
Kurangi kekhawatiran orangtua yang (karna beragam hal) tidak dapat mengawasi kesibukan anak-anak waktu mereka pulang sekolah.
Anak/siswa dapat lebih dekat serta akrab dengan rekan-rekan sekolahnya, baik yang satu kelas atau tidak.
Jam pelajaran paling akhir digunakan untuk kesibukan ekstrakurikuler, yang (di sebagian sekolah) relatif di pandang remeh, berpeluang semakin lebih aktif serta berperan maksimum jadi arena penyaluran bakat serta ekspresi siswa.
Hubungan emosional pada guru serta siswa semakin lebih dekat serta personal, karna mereka semakin lebih seringkali menggunakan saat bersama.
Mendekati akhir semester beberapa guru tidaklah perlu tergesa-gesa mengemukakan materi sesuai sama tuntutan silabus, karna saat belajar di sekolah yang lebih lama sangat mungkin materi dapat di ajarkan dengan lebih selesai.
Siswa bisa kerjakan PR di sekolah serta ada saat untuk berkonsultasi pada guru mengenai materi yg tidak atau belum juga dipahami.

Efek negatif full day school

Supaya berimbang, kita juga baiknya tidak tutup mata pada efek negatif full day school di bawah ini :

1. Sekolah juga akan keluarkan semakin banyak cost. Ada cost kompensasi untuk tenaga pengajar karna menambahkan jam belajar mengajar, cost pengadaan peralatan penambahan untuk praktik siswa, juga menambahnya cost untuk membayar tagihan listrik.

2. Orangtua juga akan keluarkan cost semakin besar untuk pendidikan anak. Umpamanya untuk cost kompensasi guru serta uang saku anak.

3. Anak dapat terasa capek, hingga susah konsentrasi atau bahkan juga tertidur waktu jam belajar mengajar. Mengakibatkan mereka tidak dapat mengerti materi pelajaran.

4. Jam belajar lebih lama tidak selamanya menghasilkan perolehan akademik tambah baik. Kekuatan individu siswa tetaplah bertindak memastikan nilai mereka diakhir semester.

5. Guru akan capek karna mereka mesti tinggal lebih lama di sekolah untuk mengajar. Mereka tiba di sekolah lebih awal untuk mempersiapkan materi, mencatat nilai, serta menghadiri rapat guru sepulang sekolah.

Sebagian orang tua serta pihak beda yang kontra dengan full day school mengungkap argumen keberatan mereka seperti berikut :

6. Tidak semuanya sekolah di semuanya daerah di Tanah Air layak memberlakukan sekolah penuh hari. Penyebabnya intinya yaitu tidak seragamnya kwalitas bangunan fisik sekolah serta sarana pendukungnya.

7. Besar peluang anak tidak miliki saat untuk mengetahui lingkungan sekelilingnya serta tidak miliki saat untuk berhubungan dengan kelompok terkecuali keluarga serta rekan-rekan sekolah.

8. Anak-anak tidak miliki saat untuk ikuti aktivitas diluar sekolah, umpamanya : Karang Taruna, club olah raga (renang, bulu tangkis, dan lain-lain), sanggar seni untuk anak, serta mengaji.

9. Beberapa orangtua (terlebih beberapa ibu) mesti bangun lebih pagi untuk mempersiapkan makanan untuk bekal makan siang anak, karna sekolah tidak memikul makan siang siswa.

10. Menyusutnya komunikasi pada anak serta orangtua. Di sore hari anak telah capek serta mereka relatif menginginkan tidur. Libur dua hari diakhir minggu relatif dipakai anak untuk diri mereka sendiri, hingga tak ada saat untuk bicara dengan orangtua.