Pembangunan Infrastruktur Semakin Gencar, Permintaan Genset dan Alat Berat Naik

Pembangunan Infrastruktur Semakin Gencar, Permintaan Genset dan Alat Berat Naik

Genset sendiri adalah perangkat yang mampu menghasilkan listrik di lokasi yang belum ada instalasi Listrik dari PLN. Seperti di lokasi proyek pembangunan jalan yang sedang di galakkan oleh pemerintah. PT Rajawali Indo Utama Sebagai Supplier Jual Genset 10 kva Hingga 1000 Kva siap mensupply genset ke seluruh Indonesia. Kapasitas Genset yang di sediakan beragam, dari 10 kva hingga 2000 kva PT Rajawali Indo Utama menyediakan

.PT UBM Pameran Niaga Indonesia dan PT Pam- erindo Indonesia mempertontonkan keperkasaan industri peralatan konstruksi dan pertambangan, termasuk heavy duty truck, dalam lima pameran niaga terbesar dan terkemuka se-Asia Tenggara yang diselenggarakan secara sekaligus di Jakarta International Expo Kemayoran, 13- 16 September 2017.Beragam model dan ukuran alat berat/konstruksi dari berbagai merek mengisi penuh area outdoor di lokasi pameran tersebut dan ribuan eksibitor dari industri-industri pendukungnya memenuhi area indoor. Sebagian besar produk yang tampil pada pameran kali ini adalah representasi dari industri pertambangan. Dibandingkan pameran Mining & Construction Indonesia dua tahun lalu (2015), animo eksibitor dalam pameran kali ini sangat luar biasa. Kondisi ini tidak terlepas dari perubahan arah angin kondisi industri tambang dan terus bergairahnya pertumbuhan sektor konstruksi dan infrastruktur. Semenjak tahun 2012, usaha tambang kehilangan gairah untuk tumbuh karena merosotnya harga batu bara. Sementara di sektor tambang mineral pertumbuhannya terhambat oleh kebijakan hilirisasi. Alhasil, dalam sekitar empat tahun terakhir bisnis tambang benar-benar lesu. Akibatnya, pasar barang-barang modal itu ambruk. Dampaknya menjalar ke bisnis-bisnis terkait, seperti leasing dan perbankan serta bisnis-bisnis pendukung lainnya. Antisipasi pulilhnya usaha tambang Namun, memasuki semester kedua tahun 2016, sudah mulai terasa angin perubahan. Harga batubara mulai merambat naik, meski belum stabil. Perusahaan-perusahaan tambang kembali memacu produksi sehingga permintaan alat berat maupun truk meningkat. Bahkan menurut pengakuan Robert Lie, Direktur Utama PT Gaya Makmur Mobil (GMM), terjadi lonjakan permintaan truk tambang pada kuartal ke-4 tahun lalu. Dia perkirakan permintaan alat tambang akan terus meningkat pada paruh kedua tahun ini. Pengakuan yang sama dilontarkan President Director PT Chakra Jawara, T. Bambang Wira. “Penjualan truk pada semester I tahun 2017 ini cukup baik,” kata Bambang, “yang terutama didorong oleh kenaikan permintaan di sektor tambang menyusul kenaikan harga batu bara yang sejak kuartal IV 2016 mengalami kenaikan berkisar di harga acuan USD 83.” Itulah sebabnya kedua perusahaan ini, PT Gaya Makmur Mobil (GMM) dan PT Chakra Jawara, memamerkan produk-produk andalan mereka di sektor tambang pada pameran ini. Optimisme serupa mendorong beberapa suplier besar alat tambang tampil dengan kekuatan penuh pada eksibisi berskala internasional ini. Volvo Group, contohnya, memboyong dua alat berat yang diklaim sebagai yang terkuat di industri ini, crawler excavator EC950E dan A60H articulated hauler. Kedua unit tersebut hadir di tengah meningkatnya permintaan alat-alat berkapasitas lebih besar di sektor pertambangan Indonesia. Sementara Volvo Truck memamerkan FH16 610 6x4T dan FMX 440 8x4R, yang sudah dibekali dengan teknologi I-shift dengan Crawler Gears, yang menawarkan keseluruhan beban berat untuk truk besar dengan transmisi otomatis guna mengatur kecepatannya saat melaju dan mundur secara perlahan.

PT Trakindo Utama (Tra- kindo) memanfaatkan pemeran ini untuk meluncurkan Motor Grader Caterpillar seri M generasi terbaru, Cat 14M3 dan Cat 18M3,sebagai wujud komitmen dukungan berkelanjutan perusahaan ini terhadap kemajuan industri tambang. Alat-alat tersebut didesain untuk meningkatkan produktivitas, mencapai biaya operasi yang lebih rendah dan menghadirkan keamanan serta kemudahan dalam operasi. Trakindo juga memperkenalkan Sitech, salah satu solusi teknologi untuk meningkatkan produktivitas, menjamin ketahanan dan keselamatan alat, yang meliputi komunikasi data tanpa kabel, pemantauan mesin dan diagnosa masalah, juga kontrol mesin. Teknologi ini dirancang untuk mengurangi biaya operasi dari customer, serta meningkatkan I½WMIRWMHERTVSHYOXMZMXEW dalam operasi-operasi alat. Sitech merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan Trimble, salah satu pemimpin global dalam bidang solusi teknologi. Selain itu, Trakindo mengedukasi para pemilik alat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mesin dengan memanfaatkan laboratorium S.O.S (Scheduled Oil Sampling). Laboratorium ini menyediakan serangkaian tes diagnostik untuk menganalisis cairan-cairan, seperti minyak pelumas atau bahan bakar, pada unit-unit alat berat dan peralatan lainnya. Analisis tersebut membantu mengirimkan informasi sebelum terjadi kegagalan komponen, sehingga pelanggan dapat menghemat biaya perbaikan dan waktu henti mesin (downtime). Booth PT United Tractors Tbk (UT) menampilkan product ranges yang lebih komplit dan tidak hanya terbatas pada mesin-mesin tambang. Di samping memamerkan alat-alat berat, termasuk truktruk untuk aplikasi-aplikasi tambang dan konstruksi dari brand-brand Komatsu, UD Trucks, Scania, Bomag dan Tadano, UT juga memanfaatkan pameran ini untuk memperkenalkan program solusi Life Cycle Cost (LCC) untuk peralatan berat. Ini merupakan teknologi terbaru untuk men-support pelanggan dalam merealiasikan keberhasilan bisnis mereka, serta garansi untuk layanan purna jual yang dikenal sebagai UT Guaranteed Product Support (UT GPS).

 

Untuk mendukung usaha tambang, rangkaian peralatan yang ditampilkan UT selama pameran ini terdiri dari hydraulic excavator Komatsu PC2000-8, dump truck Komatsu HD785-7, UD Trucks Quester serta varian-varian truk terbaru Scania. Komatsu PC2000-8 merupakan hydraulic excavator dengan kategori loader besar, yang berfungsi untuk memuat material ke dalam dump truck. Pasangan ideal alat besar ini adalah dump truck Komatsu HD785-7. Kedua unit ini digunakan dalam tambang skala besar. Sementara untuk pasar konstruksi, seri-seri alat berat yang ditampilkan UT selama pameran ini adalah hydraulic excavator Komatsu , Bomag BF 300 P, single drum rollers Bomag BW 219 D-4, tandem vibratory rollers Bomag BW 100 AD-4, serta rough terrain crane Tadano GR-500EXL. Tidak hanya menawarkan serangkaian produk yang berkualitas, UT juga menawarkan solusi-solusi bagi para customer dalam mengoptimalkan kinerja alat mereka melalui konsep Life Cycle Cost (LCC). Ini merupakan sebuah konsep yang menganalisis dan menentukan secara efektif biaya investasi peralatan untuk life cycle tertentu dari pertimbangan harga beli, pembiayaan, biaya operasional mencakup biaya bahan bakar, biaya perawatan dan perbaikan hingga resale value. Prinsip dasar dari LCC adalah memangkas semua biaya, meningkatkan produktivitas serta mendongkrak resale value alat. Eksibitor lain yang fokus memamerkan mesin-mesin tambang adalah PT Kobexindo Tractors Tbk dengan produk andalannya Doosan Excavator Solar 500 dan DX700, juga NHL Rigid Dump Trucks. Sementara PT Daya Kobelco CMI menampilkan hydraulic excavator SK 330 dan SK480SC – keduanya untuk tambang skala menengah, plus mini excavator kelas 5 ton, SK50P-6. Alat yang terakhir ini membidik pekerjaan konstruksi di daerah perkotaan dan pasar perkebunan kelapa sawit. Kobelco dikenal sebagai sebagai pioneer mini excavator di Indonesia.

 

Fokus garap mid-range excavator Tidak semua eksibitor memamerkan mesin-mesin besar untuk industri tambang selama pameran ini. Beberapa pemain alat fokus menyasar segmen konstruksi dan agrikultur dengan memasarkan excavator skala menengah ke bawah. Sumitomo (PT Sumitomo S.H.I. Construction Machinery Indonesia), misalnya, memperkenalkan jajaran excavator terbaru dan produk unggulannya tahun depan, yakni seri ‘Dash 6’. Seri Dash 6 terdiri dari beberapa model, yang mengakomodasi kebutuhan berbagai tugas berat seperti 13 ton, 20 ton dan 35 ton. Seri produk tersebut dapat menangani berbagai jenis medan dan aktivitas berat, termasuk kebutuhan konstruksi, kehutanan, pertanian dan pertambangan. “Pembuatan produk-produk ini berdasarkan masukanmasukan yang kami terima dari para pelanggan di Indonesia dan kami mendengarkan kebutuhan mereka. Kami menghadirkan seri Dash 6 khusus untuk pasar Indonesia, yang membawa peningkatan kualitas, kelincahan, daya tahan, keamanan dan produktivitas yang lebih baik, canggih dan lebih irit dalam konsumsi bahan bakar,” kata Shoji Uchida san, President Director PT. Sumitomo S.H.I. Construction Machinery Indonesia saat peresmian booth Sumitomo. Ada tiga kategori produk yang dipromosikan Sumitomo kali ini. Kategori yang pertama adalah excavator kelas 13 ton yang didedikasikan untuk sektor agrikultur, terutama perkebunan kelapa sawit, dan forestry (logging).

 

Sumitomo Excavator kelas 13 ton terdiri dari versi untuk perhutanan (SH130LF Macan). Model lain untuk aplikasi forestry dan land clearing (pembersihan lahan) adalah excavator 20 ton SH210F Macan. Penampilan yang agak berbeda juga terlihat di stand PT. Altrak 1978 yang tampil sepanggung dengan anak usahanya, PT Berca Mandiri Perkasa. Perusahaan ini memperlihatkan beragam tipe alat dari berbagai merek. Penampilan eksklusif PT. Altrak 1978 sepanjang eksibisi ini memperkuat jati dirinya sebagai salah satu penyedia alat-alat berat untuk memenuhi kebutuhan berbagai industri. Namun, Siman Fadil selaku Director/Deputy COO PT. Altrak 1978 menekankan bahwa saat ini Altrak tidak hanya dikenal sebagai distributor beragam alat, melainkan juga penyedia product support yang bagus untuk berbagai produk yang dipasarkannya. Sany yang tampil luar biasa selama pameran ini menghadirkan hampir semua tipe produknya, dari excavator mini, sedang hingga model lebih besar yang dijuluki sebagai ‘king of the heavy duty in the world’; dari drilling rig hingga crane (mobile dan crawler crane); dari mixer truck hingga motor grader. Kehadiran Sany kali ini diperkuat oleh excavator tambang kelas 50 ton, yang menunjukkan arah pengembangan pasarnya ke depan. Sany menempati area paling luas di lahan luar ruang. Menurut Hery Yudianto, CMO PT Sany Perkasa, Sany kembali hadir dengan satu pesan kunci untuk disampaikan kepada para stake holder, baik customer, calon customer, perbankan maupun leasing, bahwa citra alat-alat berat/konstruksi made in China sudah berubah dan tidak seperti yang dikenal publik selama ini. PT. Gaya Makmur Tractors (GM Tractors) memperlihatkan produk-produk yang sesuai spesialisasinya di bidang pembuatan jalan. Perusahaan ini merupakan distributor untuk produk-produk Wirtgen Group (Wirtgen, Vogele dan HAMM) dari Jerman, Yamaguchi dan mini excavator Takeuchi dari Jepang, bulldozer Shantui dan beragam tipe produk buatan Xuzhou Construction Machinery Group (XCMG) dari Tiongkok.

 

Ramainya kehadiran beragam produk selama pameran kali ini menunjukkan kesiapan industri alat-alat konstruksi dan mesin-mesin tambang dalam mendukung sektorsektor usaha tersebut. Namun, apakah sekarang saat yang tepat untuk investasi alat-alat berat? Apakah produk-produknya sudah ready (siap untuk delivery) ataukah harus menunggu hingga beberapa bulan ke depan? Pertanyaan yang lebih menantang lagi adalah apakah ada lembaga leasing dan/atau perbankan yang bersedia membiayai barang-barang modal terebut? Sebagian besar eksibitor yang kami temui selama pameran ini mengakui tingginya antusiasme mereka mengikuti pameran ini belum mencerminkan kondisi pasar yang membaik. Di sektor konstruksi (pembangunan infrastruktur), daya serap alat-alat baru masih rendah. Pertumbuhan pasarnya akan terus menggenjot pengerjaan proyek-proyek infrastruktur di berbagai daerah. Apalagi sebagian besar proyek infrastruktur skala besar pemerintah itu dikuasai oleh BUMN Karya dan anak-anak usahanya sebagaimana dikeluhkan oleh KADIN Indonesia baru-baru ini. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono, saat membuka pameran ini menyatakan bahwa pemerintah terus menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur khususnya konstruksi transportasi darat, seperti proyek jalan tol dan proyek kereta api; termasuk MRT (Mass Rapid Transportation), LRT (Light Rail Transit) dan Com- muter Line. Di samping itu, pembangunan infrastruktur kemaritiman juga menjadi fokus pemerintah. Namun, menurut Christopher Eve, Presiden Direktur PT. UBM Pameran Niaga Indonesia, diperlukan sinergi lintas sektor dan industri dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di sektor konstruksi dan sektor kemaritiman.

 

Dan kelima pameran yang digelr bersamaan ini dimaksudkan untuk mendukung perkembangan industri-industri tersebut. Bagaimana dengan usaha tambang? Di sektor tambang, khususnya batu bara, harga komoditas memang sudah mulai menguat tetapi masih membuat perusahaan tambang menahan diri untuk melakukan investasi alat. “Permintaan sudah mulai tumbuh tetapi sebagian besar perusahaan tambang masih menahan diri sampai kondisi benar-benar aman. Apalagi perusahaan-perusahaan leasing sangat selektif dalam pembiayaan karena mereka khawatir terjebak lagi ke dalam krisis yang sama,” komentar Budiono Wibowo, Product Support Director Daya Kobelco CMI, ketika dimintai pendapatnya mengenai prospek pembiayaan alat-alat tambang saat ini.